Senin, 10 September 2018

Sistem Pengendalian Manajemen. Bab 2


RANGKUMAN
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 2
STRATEGI KORPORASI

1.      Pengendalian manajemen adalah alat untuk mengimplementasi strategi
2.      Strategi merupakan cara , jalur, atau rencana yang dipilih untuk mencapai tujuan
3.      Dalam tujuan terdapat pemahaman sebagai berikut :
a.     Profitabilitas, yaitu kemampuan menghasilkan laba yang dibandingkan dengan pendapatan dan beban
b. Memaksimumkan nilai pemegang saham, yaitu meningkatkan nilai saham dengan perusahaan berbisnis secara etis. Etis merupakan suatu keindahan/nilai yang dipegang seseorang supaya orang tersebut ketika melakukan kegiatan sesuatu tidak mengganggu yang lain.
c.   Resiko, yaitu keberanian melakukan tindakan yang beresiko (mempunyai ketidakpastian besar) yang berkaitan dengan kesempatan memperoleh imbal hasil yang tinggi.
d.     Pendekatan beberapa stakeholder, yaitu organisasi melakukan kegiatan untuk kepentingan berbagai pihak dalam perusahaan.
4. Konsep strategi menggunakan suatu analisa lingkungan, yaitu analisa yang digunakan untuk menentukan dari mana strategi akan diterapkan untuk mencapai tujuan.
a.  Analisa lingkungan dalam : strategi berasal dari dalam perusahaan, yaitu kemampuan teknologi, inovasi produk, cara pemasaran, distribusi logistik, dll
b.     Analisa lingkungan luar : berasal dari luar perusahaan, yaitu pesaing, pelanggan, pemasok, aturan, sosiologi politik.

5.   Jenis strategi dalam organisasi. Strategi korporasi adalah strategi untuk menetapkan kegiatan bisnis yang dipilih oleh organisasi secara keseluruhan. Terdapat 3 pilihan yang masing-masing mempunyai keunggulan :
a. Industri tunggal (singgle industry), yaitu organisasi yang menggunakan kompetensi intinya/utama untuk mencapai pertumbuhan dalam skala ekonomi. Skala ekonomi maksudnya adalah menciptakan kelebihan dalam pertumbuhan organisasinya dengan adanya kompetensi yang utama itu. Misalnya, PLN, PT. KAI, dll.
b.  Diversifikasi berkaitan, yaitu organisasi yang mempunyai kemampuan untuk membagi sumber daya dan kompetensinya untuk beberapa kegiatan bisnis. Misalnya, PT. Kimia Farma memproduksi obat sakit kepala dan obat sakit gigi.
c.    Diversifikasi tidak berkaitan, yaitu perusahaan konglomerasi yang kegiatan bisnisnya tidak saling berhubungan. Misalnya, MNC media mempunyai anak perusahaan MNC Bank yang diakuisi dari Bank Bumiputera.
6. Strategi unit bisnis adalah suatu penetapan strategi pada setiap kegiatan bisnis dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan pangsa pasar. 
7.      Analisa BCG model, menetapkan 2 faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
a.   Tingkat pertumbuhan industri, yaitu perbandingan antara permintaan dan penawaran dari produk yang dihasilkan. Jika suatu permintaan tinggi maka ada pertumbuhan dan pertumbuhan digunakan untuk investasi dan produksinya. Jadi, dalam tingkat pertumbuhan industri, berhubungan dengan permintaan produk oleh konsumen.
b. Pangsa pasar, yaitu menunjukkan kecenderungan perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan secara umum dan merupakan sumber dana.
Penjelasan
Ø  Star/Hold : diarahkan pada perlindungan pangsa pasar dan posisi persaingan. Posisi ini digunakan untuk berinvestasi karena mempertahankan pangsa pasar. Pertumbuhan dan pangsa pasar mempunyai tingkat yang tinggi.
Ø  Question mark/Build : kesempatan memperbaiki produk dan juga disarankan untuk berinvestasi. Pada fase build, rentan untuk berpindah posisi karena jika tidak berhasil dalam membangun maka bisa saja berpindah ke fase dog atau harvest.  Fase ini mempunyai sumber kas yang rendah tetapi penggunaan akan kas tinggi.
Ø  Harvest/Cow : digunakan untuk memaksimalkan laba jangka pendek dan arus kas. Panen dikarenalan uang diterima lebih banyak untuk membantu investasi di build. Namun, fase ini jangan berinvestasi karena rentan terhadap permintaan dan pemenuhan kebutuhan. Pertumbuhan yang sedikit tapi pangsa pasarnya tinggi.
Ø  Dog/Divest : mempunyai tingkat pertumbuhan dan pangsa pasar yang rendah sehingga jangan berinvestasi. Fase ini perusahaan akan mengalami kebangkrutan.
8.      Dalam analisis industri, keunggulan bersaing dipengaruhi oleh 5 faktor, yaitu :

a.     Pemasok. Perusahaan mempunyai peran penting dalam perolehan bahan baku yang berasal dari pemasok. Pemasok yang mempunyai daya tawar yang tinggi maka akan mempengaruhi harga bahan baku yang akhirnya akan mempengaruhi harga jualnya. Maka dari itu, pemasok seharusnya mempunyai daya tawar yang sedang sehingga pemasok diharapkan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan saja.
b.      Pelanggan. Pelanggan diharapkan sama dengan pemasok. Mereka mempunyai daya tawar yang rendah sehingga perusahaan akan lebih leluasa untuk ekspansi produk.
c.   Pendatang baru. Pendatang baru akan kesulitan memasuki suatu industri jika dalam industri tersebut sangat ketat sekali persaingannya.
d.  Produk substitusi. Dapat disebut juga produk pengganti akan barang yang sudah dikeluarkan perusahaan. Perusahaan selalu melakukan inovasi terhadap produknya supaya dalam anggapan konsumen tidak ada produk selain yang sudah ada, yang artinya tak tergantikan. Perusahaan akan kuat jika konsumen sudah berpikiran hal tersebut.
e.  Persaingan. Dalam persaingan ini, faktor yang mempengaruhi adalah pertumbuhan industri, perbedaan produk, serta jumlah dan keanekaragaman pesaing. Persaingan ini akan menunjukkan perusahaan mana yang kuat dan mana yang lemah. Jika suatu perusahaan sudah tidak kuat lagi bersaing, karena ketidakseimbangan antara pemasok, pelanggan, produk pengganti, serta banyaknya pendatang baru yang mulai bermunculan maka yang terjadi persaingan sangat ketat dan perusahaan yang tidak mempunyai daya lagi maka akan segera bangkrut.
9.      Alternatif strategi generik. Dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
a. Keunggulan kualitas (relative differentiation advantage), yaitu suatu produk yang diciptakan dengan fokus kualitas namun mempunyai biaya yang tinggi. Produk berkualitas ini dapat diciptakan dengan menciptakan produk yang unik, adanya loyalitas merek terhadap pelanggan yang memakai, pelayanan, jaringan dealer, desain & fitur, dll.
b.   Keunggulan biaya rendah (relative cost position), yaitu keunggulan produk yang dapat dicapai dengan menekan biaya sehingga produk berbiaya rendah.
 
Penjelasan :
·   Disebut diferensiasi cost cum karena suatu produk yang dibuat dan dideferensiasi dengan pengurangan biaya. Fase ini sangat diinginkan karena produk banyak tetapi biaya rendah. Akan tetapi itu jarang terjadi.
·      Situasi perusahaan terjepit karena perusahaan gagal dalam mengembangkan strategi alternatif tersebut.
·    Keunggulan biaya rendah yang dapat dicapai merupakan suatu fokus strategi yang hanya mengutamakan tentang biaya yang lebih sedikit dari perusahaan lain. Biasanya dengan strategi biaya rendah, mempunyai tingkat diferensiasi produk yang sedikit.
·    Keunggulan produk diferensiasi adalah keunggulan yang didapat karena varian produk yang banyak, sehingga konsumen dapat memilih berbagai macam jenis produk yang berasal dari perusahaannya. Biasanya keunggulan diferensiasi produk mempunyai tingkat biaya yang tinggi karena banyaknya produk yang dibuat.
10.   Kemampuan bersaing dapat ditingkatkan dengan melakukan analisis value chain, yaitu menganalisa terhadap rangkaian kegiatan produksi dengan tiap bagian suatu produksi mempunyai nilai tambah. Nilai tambah tersebut misalnya meminimalkan biaya.


Sumber : Dibuat berdasarkan rangkuman yang sudah didapat dari materi kuliah SPM di STIE YKPN. Merupakan salah satu penjelasan dari buku terjemahan dari Antony dan Govindarajan.
NB : Disarankan materi rangkuman ini tidak sebagai bahan utama. Diperlukan bacaan tambahan untuk keperluan presentasi dan ujian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer