Rabu, 14 November 2018

Sistem Pengendalian Manajemen. Bab 12


RANGKUMAN
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 12
KOMPENSASI MANAJEMEN
1.      Kompensasi manajemen dibuat berdasarkan laporan keuangan yang sampai dengan saat ini disepakati periodenya selama satu tahun.
2.      Mekanisme dari kompensasi dan sistem kompensasi merupakan sebagai sarana untuk memberikan motivasi kepada para anggota organisasi untuk mencapai keselarasan tujuan (goal congruence)
3.      Berikut ini terdapat beberapa penelitian mengenai kompensasi :
a.       Hubungan antara kompensasi positif dan negatif. Suatu kompensasi dibuat untuk mempengaruhi seseorang. Jika kompensasi tersebut positif maka akan memberikan dampak yang baik bagi anggota, seperti anggota mendapat penghargaan atas kinerjanya sehingga termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Sedangkan kompensasi negatif merupakan kompensasi yang memberikan dampak buruk bagi anggota namun yang dituju adalah supaya anggota tersebut tidak mengulanginya lagi, seperti pemberian hukuman atas kesalahan yang sudah diperbuat.
b.      Kompensasi bersifat relatif dan situasional. Relatif berarti pada umumnya kompensasi diberikan dalam bentuk uang, tetapi secara situasional, tidak semua yang diberikan selalu sesuai, karena terdapat tahap-tahap tertentu yang mempengaruhi besaran dan wujud kompensasi.
c.       Hubungan tindakan senior dengan operasional manajer. Senior akan dinilai mana perilaku yang lebih baik oleh bawahannya, maka bawahan akan berperilaku sesuai apa yang dilakukan oleh manajer tersebut. Manajer senior memberi tanda-tanda melalui tindakannya yang mereka (anggota) anggap bahwa sistem pengendalian manajemen adalah penting. Misalnya, manajer senior mengutamakan hasil dan tepat waktu atas produksi, maka operasional produksi akan menirukan / menindaklanjuti perintah manajer tersebut.
d.      Hubungan antara feedback dan motivasi. Individu akan memperoleh motivasi ketika menerima umpan balik tentang kinerja mereka / umpan balik dari suatu hasil yang telah dicapai dengan cara memberikan penghargaan.
e.       Efektivitas periode pemberian kompensasi dengan feedback. Periode kompensasi jangan terlalu panjang, cukup hanya satu tahun, dengan harapan kinerja dapat mudah dicapai dan kinerja menjadi lebih baik.
f.        Hubungan motivasi dengan tingkat kesulitan target. Diharapkan suatu target dengan asumsi jangan terlalu mudah dan jangan terlalu sulit. Karena jika terlalu mudah maka akan menimbulkan kemampuan perusahaan tidak maksimal atau organizational slack, yaitu banyak pekerja yang menganggur karna target mudah dicapai sehingga motivasi menjadi lemah. Sedangkan jika terlalu sulit akan menimbulkan matinya motivasi para pekerja karena pekerja harus bekerja keras dan jika tidak tercapai akan menjadi stress.
4.      Bentuk kompensasi terdiri dari :
a.       Gaji yaitu imbalan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan
b.      Tunjangan yaitu imbalan yang diberikan karena loyalitas, pemberian ide, dll
c.       Kompensasi yaitu imbalan tambahan yang diberikan karena prestasi kerja. Misalnya, perusahaan menargetkan penjualan mobil 50 unit mobil dalam sebulan. Tetapi, jika mampu menjual 60 unit mobil maka akan mendapat tambahan penghasilan yang berupa kompensasi.
5.      Kompensasi jangka pendek merupakan imbalan yang diberikan karena suatu prestasi kerja dalam jangka waktu satu tahun.
6.      Kompensasi jangka pendek mempunyai beberapa kategori/dasar sebagai berikut :
a.       Total kantong bonus (the total bonus plan) adalah bonus yang diberikan atas target tertentu yang dicapai dan besarannya juga atas persentase tertentu yang sudah ditetapkan tanpa memandang perusahaan dalam keadaan baik / buruk yang sifatnya adalah pasti. Misalnya, bonus adalah 1% dari total penjualan dengan target tertentu. Maka tanpa memandang keadaan perusahaan, karyawan akan mendapat bonus 1% terus-menerus jika target tercapai. Sehingga dalam keadaan tersebut penerima bonus tidak pasti akan mendapat bonus yang diperoleh (jika perusahaan tidak mencapai target)
b.      Carryovers adalah kompensasi yang diberikan berdasarkan kebijakan manajemen yang memandang kondisi perusahaan sehingga sifatnya adalah fleksibel. Misalnya, pada tahun 2010 karena perusahaan mampu menjual produknya sesuai target, maka karyawan akan mendapat kompensasi 1% atas penjualan. Namun, pada tahun 2011 perusahaan dalam kondisi tidak baik karena tidak memenuhi target penjualan, maka kompensasi akan diturunkan menjadi 0,5% atas penjualan. Metode ini dapat diaplikasikan supaya para pekerja tidak merasa rugi atas kinerja yang dicapai.
c.       Defereed compensation yaitu kompensasi ditunda karena dibagi dalam beberapa periode. Misalnya, pada tahun 2010 kompensasi yang akan dibagikan kepada seorang manajer adalah 10 juta. Namun, dari 10 juta tersebut berlaku pembagian yaitu 20% per tahun dari bonus yang akan dibagi. Berarti dari 2010 s.d 2014 tiap tahun akan mendapat bonus sebesar 2 juta. Lalu pada tahun 2011, manajer mendapat bonus 20 juta dengan rincian 10% per tahun maka dari 2011 s.d 2020 akan mendapat bonus 2 juta per tahun. Sehingga jika di total, pada tahun 2011 akan mendapat bonus (10 juta x 20%) + (20 juta x 10%) = 4 juta. Kompensasi ini dianggap yang paling efektif.
7.      Kompensasi jangka panjang merupakan imbalan atas prestasi kerja yang diberikan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun
a.       Stock option adalah hak untuk membeli lembar saham pada masa yang akan datang dengan harga yang sudah ditetapkan. Misalnya, pada tahun 2010 manajer mempunyai kontrak untuk membeli saham seharga 1.000 per lembar. Pada 2011 harga naik menjadi 4.000 per lembar saham. Dari hal tersebut, manajer akan mendapat kompensasi sebesar 3.000 per lembar saham. Dipilih saham karena saham mempunyai sifat yang jangka panjang, sehingga ketika manajer diberikan saham maka secara langsung manajer akan meningkatkan kinerja perusahaan hingga akan menaikkan harga saham.
b.      Phantom shares adalah rencana pemberian saham berdasarkan kinerja masa lalu. Misalnya, kinerja perusahaan tahun 2010 meningkat dengan memperoleh laba tinggi. Maka di tahun 2011 misalnya akan menerima saham 100 lbr, 200 lbr, dst.
c.       Stock appreciation right adalah hak untuk menerima pembayaran uang tunai berdasarkan peningkatan nilai saham.
d.      Performance shares adalah pemberian bonus dalam bentuk saham kepada manajer ketika target perusahaan tercapai.
e.       Performance unit adalah pemberian bonus secara tunai ketika target perusahaan tercapai.
8.      Kompensasi manajemen puncak yaitu diberikan saham perusahaan dengan harapan manajemen puncak yang mempunyai saham perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya karena saham yang diberikan terhubung langsung dengan kinerja perusahaan. Dengan demikian, diharapkan manajemen puncak akan bekerja dengan baik dan saham yang diberikan tersebut tidak untuk dijual, terutama dalam jangka pendek.
9.      Kompensasi manajemen unit bisnis
a.       Jenis kompensasi
Ø  Kompensasi keuangan, yaitu berupa kenaikan gaji, bonus atas penjualan, tunjangan, pemberian fasilitas kerja, dll
Ø  Kompensasi psikologi dan sosial, yaitu berupa promosi jabatan, tambahan tanggung jawab, lokasi kerja yang lebih baik, dll
b.      Besarnya bonus yang dihubungkan dengan gaji
Ø  Tetap, yaitu bonus yang ditentukan sejak awal dengan tidak memandang apakah perusahaan dalam kondisi baik / buruk. Misalnya, tunjangan hari raya dan gaji ke-13. Filosofi dari bonus tetap tersebut adalah bahwa perusahaan sudah merekrut orang yang terbaik, sehingga diyakini orang-orang tersebut akan meningkatkan kinerja mereka dengan baik.
Ø  Variabel, yaitu bonus yang diberikan secara fleksibel. Filosofi dengan bonus variabel tersebut adalah meskipun dipilih orang-orang terbaik, akan tetapi kinerja mereka belum tentu meningkat dilihat dari peningkatan laba perusahaan, maka akan diberikan bonus besar jika memang mempunyai kinerja yang mampu mencapai target dan tidak akan diberikan bonus jika belum mencapai target.
c.       Cut off level, yaitu batasan bonus yang diberikan kepada karyawan. Batas tersebut mempunyai batas atas dan bawah supaya karyawan dan perusahaan tidak dirugikan. Misalnya, tahun 2010 mampu mencapai target menjual 2.000 unit motor maka secara otomastis akan mendapat bonus. Bonus tersebut diberi batas atas yaitu titik maksimal adalah 5% dan /atau dengan rupiah sebesar 50 juta per divisi. Sama halnya dengan batas bawah bonus.

Cut off level ini akan mempunyai masalah jika digunakan, yaitu jika seorang karyawan meyakini bahwa batas atas bonus telah dicapai karena kinerjanya yang tinggi, maka kinerjanya akan menurun dikemudian hari sehingga akan menunda pekerjaannya.
d.      Kriteria kinerja
Ø  Keuangan, yaitu merujuk pada target yang dicapai. Misalnya, dalam suatu produksi barang apakah terdapat penghematan biaya, laba yang meningkat, EVA, ROI, dll
Ø  Penyesuaian yang diperlukan, perlu penyesuaian yang dilakukan untuk faktor yang diluar kendali manajer. Misalnya, jika ada kinerja keuangan ada di luar kendali manajer, maka akan disesuaikan dan diterapkan ke unit bisnis yang dinilai memerlukan penyesuaian.
Ø  Periode waktu, merupakan periode yang akan dinilai. Biasanya dalam jangka waktu satu tahun karena dalam waktu satu tahun maka akan dianggap sebagai kinerja jangka pendek dan lebih mudah dinilai.
Ø  Mekanisme untuk mengatasi bias penilaian kinerja jangka pendek, dengan mengembangkan penilaian scorecard, yaitu penilaian secara seri yang dilihat dari kinerja periode yang lalu dan menolak kinerja jangka panjang untuk antisipasi perubahan. Misalnya, pengembangan teknologi, training karyawan supaya dapat memproduksi secara maksimal, dll.
Ø  Perbandingan, manajer unit bisnis mampu berpartisipasi dalam membandingkan kenyataan dan anggaran, membandingkan antar divisi, membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis, dll
Ø  Dasar penghitungan bonus, dapat didasarkan pada laba perusahaan atau laba divisi. Namun, hal tersebut terdapat kelemahannya. Jika didasarkan pada laba divisi, masing-masing divisi mungkin tidak akan saling bekerja sama karena akan menguntungkan divisi yang dibantu sehingga memperoleh bonus sedikit. Sedangkan jika didasarkan pada laba perusahaan, maka akan dihitung secara keseluruhan dan yang akan terjadi adalah adanya free rider/tumpangan gratis, yaitu orang yang meganggur saja akan dapat bonus / orang yang tidak bekerja maksimal akan mendapat bonus (semacam kerja kelompok hhh)

TEORI KEAGENAN
1.      Konsep dari teori keagenan adalah hubungan antara pirnsipal (disebut dengan pihak I) yang memberikan inestasi kepada agen untuk dikelola dan agen (disebut sebagai pihak II) diperlukan untuk mencapai target prinsipal. Misalnya, investor sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen.
2.      Perbedaan kepentingan prinsipal dan agen, karena mereka mempunyai kepentingan sendiri-sendiri maka kadang-kadang kerja sama tidak berjalan mulus. Prinsipal berharap kemakmurannya meningkat karena agen dan agen berharap kemakmurannya meningkat karena mendapat komisi dari prinsipal. Dengan adanya masalah tersebut, maka diperlukan mekanisme pengendalian supaya agen bekerja sesuai kepentingan prinsipal.
3.      Mekanisme pengendalian :
a.       Monitoring, diperlukan oleh prinsipal sebagai usaha untuk memantau agen supaya bekerja sesuai dengan kepentingan prinsipal. Agen akan diberi tanggung jawab dengan membuat laporan keuangan sebagai bukti atas kinerjanya yang sesuai dengan standard dan harus memperoleh opini dari auditor.
b.      Incentive contracting, kontrak atas kompensasi yang akan diberikan berdasarkan kinerja yang dicapai supaya target dapat tercapai.
c.       CEO compensation & stock ownership plans, yaitu agen diberi kesempatan untuk menerima saham atas dasar kinerjanya. Dengan pemberian saham tersebut maka agen akan meningkatkan kinerjanya (secara individu) sekaligus untuk meningkatkan saham perusahaan sehingga tujua prinsipal dapat tercapai.
d.      Informasi akuntansi dan dasar insentif bagi manajer unit bisnis, informasi berasal dari akuntansi karena diharapkan pada perusahaan terutama perusahaan go public akan meningkatkan kepercayaan publik dan informasi akuntansi tersebut harus mempunyai opini dari tim audit. Ketika kewajaran akuntansi tersebut sesuai dengan kondisi perusahaan, maka insentif akan diberikan. Perlu diperhatikan bahwa informasi memerlukan kehati-hatian yang tinggi, maka dibuatlah sesuai standard yang berlaku karena terdapat istilah teknis, estimasi, dan konsep/prinsip yang terdapat dalam akuntansi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer