RANGKUMAN
SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 12
KOMPENSASI
MANAJEMEN
1. Kompensasi
manajemen dibuat berdasarkan laporan keuangan yang sampai dengan saat ini
disepakati periodenya selama satu tahun.
2. Mekanisme
dari kompensasi dan sistem kompensasi merupakan sebagai sarana untuk memberikan
motivasi kepada para anggota organisasi untuk mencapai keselarasan tujuan (goal congruence)
3. Berikut
ini terdapat beberapa penelitian mengenai kompensasi :
a. Hubungan antara kompensasi positif
dan negatif. Suatu kompensasi dibuat untuk
mempengaruhi seseorang. Jika kompensasi tersebut positif maka akan memberikan
dampak yang baik bagi anggota, seperti anggota mendapat penghargaan atas
kinerjanya sehingga termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Sedangkan
kompensasi negatif merupakan kompensasi yang memberikan dampak buruk bagi
anggota namun yang dituju adalah supaya anggota tersebut tidak mengulanginya
lagi, seperti pemberian hukuman atas kesalahan yang sudah diperbuat.
b. Kompensasi bersifat relatif dan
situasional. Relatif berarti pada umumnya kompensasi
diberikan dalam bentuk uang, tetapi secara situasional, tidak semua yang
diberikan selalu sesuai, karena terdapat tahap-tahap tertentu yang mempengaruhi
besaran dan wujud kompensasi.
c. Hubungan tindakan senior dengan
operasional manajer. Senior akan dinilai mana perilaku yang
lebih baik oleh bawahannya, maka bawahan akan berperilaku sesuai apa yang
dilakukan oleh manajer tersebut. Manajer senior memberi tanda-tanda melalui tindakannya
yang mereka (anggota) anggap bahwa sistem pengendalian manajemen adalah
penting. Misalnya, manajer senior mengutamakan hasil dan tepat waktu atas
produksi, maka operasional produksi akan menirukan / menindaklanjuti perintah
manajer tersebut.
d. Hubungan antara feedback dan
motivasi. Individu akan memperoleh motivasi ketika menerima
umpan balik tentang kinerja mereka / umpan balik dari suatu hasil yang telah
dicapai dengan cara memberikan penghargaan.
e. Efektivitas periode pemberian
kompensasi dengan feedback. Periode kompensasi jangan
terlalu panjang, cukup hanya satu tahun, dengan harapan kinerja dapat mudah
dicapai dan kinerja menjadi lebih baik.
f.
Hubungan
motivasi dengan tingkat kesulitan target. Diharapkan suatu
target dengan asumsi jangan terlalu mudah dan jangan terlalu sulit. Karena jika
terlalu mudah maka akan menimbulkan kemampuan perusahaan tidak maksimal atau organizational slack, yaitu banyak
pekerja yang menganggur karna target mudah dicapai sehingga motivasi menjadi lemah.
Sedangkan jika terlalu sulit akan menimbulkan matinya motivasi para pekerja
karena pekerja harus bekerja keras dan jika tidak tercapai akan menjadi stress.
4. Bentuk
kompensasi terdiri dari :
a. Gaji yaitu
imbalan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan
b. Tunjangan yaitu
imbalan yang diberikan karena loyalitas, pemberian ide, dll
c. Kompensasi yaitu
imbalan tambahan yang diberikan karena prestasi kerja. Misalnya, perusahaan
menargetkan penjualan mobil 50 unit mobil dalam sebulan. Tetapi, jika mampu
menjual 60 unit mobil maka akan mendapat tambahan penghasilan yang berupa
kompensasi.
5. Kompensasi
jangka pendek merupakan imbalan yang diberikan karena suatu prestasi kerja
dalam jangka waktu satu tahun.
6. Kompensasi
jangka pendek mempunyai beberapa kategori/dasar sebagai berikut :
a. Total kantong bonus (the total bonus plan) adalah bonus yang
diberikan atas target tertentu yang dicapai dan besarannya juga atas persentase
tertentu yang sudah ditetapkan tanpa memandang perusahaan dalam keadaan baik /
buruk yang sifatnya adalah pasti. Misalnya, bonus adalah 1% dari total
penjualan dengan target tertentu. Maka tanpa memandang keadaan perusahaan,
karyawan akan mendapat bonus 1% terus-menerus jika target tercapai. Sehingga
dalam keadaan tersebut penerima bonus tidak pasti akan mendapat bonus yang diperoleh
(jika perusahaan tidak mencapai target)
b. Carryovers adalah
kompensasi yang diberikan berdasarkan kebijakan manajemen yang memandang
kondisi perusahaan sehingga sifatnya adalah fleksibel. Misalnya, pada tahun
2010 karena perusahaan mampu menjual produknya sesuai target, maka karyawan
akan mendapat kompensasi 1% atas penjualan. Namun, pada tahun 2011 perusahaan
dalam kondisi tidak baik karena tidak memenuhi target penjualan, maka
kompensasi akan diturunkan menjadi 0,5% atas penjualan. Metode ini dapat
diaplikasikan supaya para pekerja tidak merasa rugi atas kinerja yang dicapai.
c. Defereed compensation yaitu
kompensasi ditunda karena dibagi dalam beberapa periode. Misalnya, pada tahun
2010 kompensasi yang akan dibagikan kepada seorang manajer adalah 10 juta.
Namun, dari 10 juta tersebut berlaku pembagian yaitu 20% per tahun dari bonus
yang akan dibagi. Berarti dari 2010 s.d 2014 tiap tahun akan mendapat bonus
sebesar 2 juta. Lalu pada tahun 2011, manajer mendapat bonus 20 juta dengan
rincian 10% per tahun maka dari 2011 s.d 2020 akan mendapat bonus 2 juta per
tahun. Sehingga jika di total, pada tahun 2011 akan mendapat bonus (10 juta x
20%) + (20 juta x 10%) = 4 juta. Kompensasi ini dianggap yang paling efektif.
7. Kompensasi
jangka panjang merupakan imbalan atas prestasi kerja yang diberikan dalam
jangka waktu lebih dari satu tahun
a. Stock option adalah
hak untuk membeli lembar saham pada masa yang akan datang dengan harga yang
sudah ditetapkan. Misalnya, pada tahun 2010 manajer mempunyai kontrak untuk
membeli saham seharga 1.000 per lembar. Pada 2011 harga naik menjadi 4.000 per
lembar saham. Dari hal tersebut, manajer akan mendapat kompensasi sebesar 3.000
per lembar saham. Dipilih saham karena saham mempunyai sifat yang jangka
panjang, sehingga ketika manajer diberikan saham maka secara langsung manajer
akan meningkatkan kinerja perusahaan hingga akan menaikkan harga saham.
b. Phantom shares adalah
rencana pemberian saham berdasarkan kinerja masa lalu. Misalnya, kinerja
perusahaan tahun 2010 meningkat dengan memperoleh laba tinggi. Maka di tahun
2011 misalnya akan menerima saham 100 lbr, 200 lbr, dst.
c. Stock appreciation right adalah
hak untuk menerima pembayaran uang tunai berdasarkan peningkatan nilai saham.
d. Performance shares adalah
pemberian bonus dalam bentuk saham kepada manajer ketika target perusahaan
tercapai.
e. Performance unit adalah
pemberian bonus secara tunai ketika target perusahaan tercapai.
8. Kompensasi
manajemen puncak yaitu diberikan saham perusahaan dengan harapan manajemen
puncak yang mempunyai saham perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya karena
saham yang diberikan terhubung langsung dengan kinerja perusahaan. Dengan
demikian, diharapkan manajemen puncak akan bekerja dengan baik dan saham yang
diberikan tersebut tidak untuk dijual, terutama dalam jangka pendek.
9. Kompensasi
manajemen unit bisnis
a. Jenis
kompensasi
Ø Kompensasi
keuangan, yaitu berupa kenaikan gaji, bonus atas penjualan, tunjangan,
pemberian fasilitas kerja, dll
Ø Kompensasi
psikologi dan sosial, yaitu berupa promosi jabatan, tambahan tanggung jawab,
lokasi kerja yang lebih baik, dll
b. Besarnya
bonus yang dihubungkan dengan gaji
Ø Tetap,
yaitu bonus yang ditentukan sejak awal dengan tidak memandang apakah perusahaan
dalam kondisi baik / buruk. Misalnya, tunjangan hari raya dan gaji ke-13.
Filosofi dari bonus tetap tersebut adalah bahwa perusahaan sudah merekrut orang
yang terbaik, sehingga diyakini orang-orang tersebut akan meningkatkan kinerja
mereka dengan baik.
Ø Variabel,
yaitu bonus yang diberikan secara fleksibel. Filosofi dengan bonus variabel
tersebut adalah meskipun dipilih orang-orang terbaik, akan tetapi kinerja
mereka belum tentu meningkat dilihat dari peningkatan laba perusahaan, maka
akan diberikan bonus besar jika memang mempunyai kinerja yang mampu mencapai
target dan tidak akan diberikan bonus jika belum mencapai target.
c. Cut off level,
yaitu batasan bonus yang diberikan kepada karyawan. Batas tersebut mempunyai
batas atas dan bawah supaya karyawan dan perusahaan tidak dirugikan. Misalnya,
tahun 2010 mampu mencapai target menjual 2.000 unit motor maka secara otomastis
akan mendapat bonus. Bonus tersebut diberi batas atas yaitu titik maksimal
adalah 5% dan /atau dengan rupiah sebesar 50 juta per divisi. Sama halnya
dengan batas bawah bonus.
Cut
off level ini akan mempunyai masalah jika digunakan, yaitu jika
seorang karyawan meyakini bahwa batas atas bonus telah dicapai karena
kinerjanya yang tinggi, maka kinerjanya akan menurun dikemudian hari sehingga
akan menunda pekerjaannya.
d. Kriteria
kinerja
Ø Keuangan,
yaitu merujuk pada target yang dicapai. Misalnya, dalam suatu produksi barang
apakah terdapat penghematan biaya, laba yang meningkat, EVA, ROI, dll
Ø Penyesuaian
yang diperlukan, perlu penyesuaian yang dilakukan untuk faktor yang diluar
kendali manajer. Misalnya, jika ada kinerja keuangan ada di luar kendali
manajer, maka akan disesuaikan dan diterapkan ke unit bisnis yang dinilai
memerlukan penyesuaian.
Ø Periode
waktu, merupakan periode yang akan dinilai. Biasanya dalam jangka waktu satu
tahun karena dalam waktu satu tahun maka akan dianggap sebagai kinerja jangka
pendek dan lebih mudah dinilai.
Ø Mekanisme
untuk mengatasi bias penilaian kinerja jangka pendek, dengan mengembangkan
penilaian scorecard, yaitu penilaian
secara seri yang dilihat dari kinerja periode yang lalu dan menolak kinerja
jangka panjang untuk antisipasi perubahan. Misalnya, pengembangan teknologi,
training karyawan supaya dapat memproduksi secara maksimal, dll.
Ø Perbandingan,
manajer unit bisnis mampu berpartisipasi dalam membandingkan kenyataan dan
anggaran, membandingkan antar divisi, membandingkan kinerja perusahaan dengan
perusahaan lain yang sejenis, dll
Ø Dasar
penghitungan bonus, dapat didasarkan pada laba perusahaan atau laba divisi.
Namun, hal tersebut terdapat kelemahannya. Jika didasarkan pada laba divisi,
masing-masing divisi mungkin tidak akan saling bekerja sama karena akan
menguntungkan divisi yang dibantu sehingga memperoleh bonus sedikit. Sedangkan
jika didasarkan pada laba perusahaan, maka akan dihitung secara keseluruhan dan
yang akan terjadi adalah adanya free
rider/tumpangan gratis, yaitu orang yang meganggur saja akan dapat bonus /
orang yang tidak bekerja maksimal akan mendapat bonus (semacam kerja kelompok
hhh)
TEORI KEAGENAN
1. Konsep
dari teori keagenan adalah hubungan antara pirnsipal (disebut dengan pihak I)
yang memberikan inestasi kepada agen untuk dikelola dan agen (disebut sebagai
pihak II) diperlukan untuk mencapai target prinsipal. Misalnya, investor sebagai
prinsipal dan manajemen sebagai agen.
2. Perbedaan
kepentingan prinsipal dan agen, karena mereka mempunyai kepentingan
sendiri-sendiri maka kadang-kadang kerja sama tidak berjalan mulus. Prinsipal
berharap kemakmurannya meningkat karena agen dan agen berharap kemakmurannya
meningkat karena mendapat komisi dari prinsipal. Dengan adanya masalah
tersebut, maka diperlukan mekanisme pengendalian supaya agen bekerja sesuai
kepentingan prinsipal.
3. Mekanisme
pengendalian :
a. Monitoring,
diperlukan oleh prinsipal sebagai usaha untuk memantau agen supaya bekerja
sesuai dengan kepentingan prinsipal. Agen akan diberi tanggung jawab dengan
membuat laporan keuangan sebagai bukti atas kinerjanya yang sesuai dengan
standard dan harus memperoleh opini dari auditor.
b. Incentive contracting, kontrak
atas kompensasi yang akan diberikan berdasarkan kinerja yang dicapai supaya
target dapat tercapai.
c. CEO compensation & stock
ownership plans, yaitu agen diberi kesempatan untuk
menerima saham atas dasar kinerjanya. Dengan pemberian saham tersebut maka agen
akan meningkatkan kinerjanya (secara individu) sekaligus untuk meningkatkan
saham perusahaan sehingga tujua prinsipal dapat tercapai.
d. Informasi akuntansi dan dasar
insentif bagi manajer unit bisnis, informasi berasal dari
akuntansi karena diharapkan pada perusahaan terutama perusahaan go public akan meningkatkan kepercayaan
publik dan informasi akuntansi tersebut harus mempunyai opini dari tim audit.
Ketika kewajaran akuntansi tersebut sesuai dengan kondisi perusahaan, maka
insentif akan diberikan. Perlu diperhatikan bahwa informasi memerlukan
kehati-hatian yang tinggi, maka dibuatlah sesuai standard yang berlaku karena
terdapat istilah teknis, estimasi, dan konsep/prinsip yang terdapat dalam
akuntansi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar