RANGKUMAN
SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 3
PERILAKU DALAM
ORGANISASI
1. Goal congruence adalah
proses pencapaian tujuan organisasi yang diperoleh dari usaha anggota
organisasi untuk mencapai tujuan individu yang langsung membantu tercapainya
tujuan organisasi secara keseluruhan. Contoh, setiap manajer ketika berupaya
menaikkan saham (baik yang diberi karena mendapat kompensasi maupun saham
diperdagangkan) maka sekaligus akan menaikkan laba perusahaan.
2. Faktor
yang mempengaruhi goal congrunce adalah
:
a. Informal
: tidak ketentuan terikat secara resmi
· Eksternal,
suatu perilaku etis yang diharapkan di masyarakat bahwa organisasi menjadi
bagian didalamnya. Perilaku etis tersebut merujuk pada perilaku bahwa
organisasi yang dibangun tidak mengganggu lingkungan sekitar. Misalnya, jika
suatu perusahaan berlaku etis di masyarakat maka masyarakat akan menggemari
perusahaan tersebut.
· Internal,
perilaku berdasarkan yang ada di dalam organisasi tersebut.
- Kultur,
sesuatu yang diyakini benar akan dibentuk. Dari kultur itulah dasar-dasar dalam
organisasi akan tertanam kuat yang meliputi keyakinan bersama, nilai hidup,
norma perilaku, dll. Contoh, manajer disiplin waktu supaya bekerja tepat waktu.
Jika manajer tepat waktu maka akan ditiru oleh bawahan. Kemudian akan melaksanakan
kegiatan produksi perusahaan secara tepat waktu juga.
- Gaya kepemimpinan, perilaku yang
diperankan pemimpin kepada bawahan dengan prinsip suatu kultur terlebih dahulu
terbentuk. Hal tersebut dikarenakan gaya kepemimpinan juga akan mempengaruhi
perilaku dalam organisasi. Suatu produksi yang efisien dipengaruhi oleh gaya
kepemimpinan. Pemimpin yang sering mengevaluasi produksi, review, dan membuat laporan berita dalam suatu proses produksi akan
mendukung proses produksi berjalan lancar sehingga permintan akan kebutuhan
konsumen dapat terpenuhi.
- Organisasi
informal, suatu organisasi diluar organisasi formal. Seperti
halnya suatu hubungan kedekatan manajer produksi dan pemasaran. Mereka akan
saling bergantung satu sama lain dikarenakan jika dalam riset pemasaran
ternyata menemukan permintaan yang lebih banyak, maka manajer produksi harus
memproduksi lebih banyak juga. Walaupun mungkin tidak terlapor dalam suatu
agenda, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan yang dijalani adalah untuk
membuat perusahaan menjadi kondusif karena adanya pihak-pihak yang berelasi.
- Persepsi
dan komunikasi, suatu cara/jalur yang diambil untuk
menetapkan tujuan yang harus dicapai berdasarkan asumsi/anggapan dan bagaimana
cara tersebut dapat tersampaikan. Hal
tersebut merupakan langkah bahwa suatu tujuan harus melewati suatu persepsi dan
komunikasi karena persepsi merupakan suatu dasar tujuan mengapa tujuan
ditetapkan secara tertentu dan komunikasi adalah jalur yang harus dilalui
supaya pesan dapat diterima dengan baik.
b. Formal
: mempunyai ketentuan terikat secara resmi
· Peraturan dalam organisasi, seperangkat
tulisan yang memuat semua jenis instruksi dan pengendalian atau pedoman kerja.
Misalnya instruksi jabatan, instruksi pembagian kerja, instruksi produksi, dll.
Peraturan juga disebut dengan pedoman karena anggota diizinkan bahkan
diharapkan untuk tidak menyimpang dari aturan yang sudah ditetapkan.
· Manual, merupakan
seperangkat aturan tulisan yang harus dipertimbangkan untuk dijadikan pedoman.
Dalam manual, semuanya akan terinci bagaimana cara melakukannya sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.
· Sistem keamanan, digunakan
untuk menjamin informasi yang masuk dan keluar melalui sistem adalah akurat dan
mencegah kecurangan.
· Sistem pengendalian operasional, suatu
cara yang mejamin bahwa tugas-tugas operasional dijalankan secara efektif dan
efisien.
3. Proses
pengendalian formal
a. Detektor
adalah pusat tanggung jawab karena dalam pusat tanggung jawab mencari apa yang
sebenarnya terjadi berdasarkan peraturan dan informasi yang diperoleh.
b. Asesor
adalah anggaran karena anggaran yang dibuat akan dibandingkan atau dinilai
berdasarkan kenyataan yang didapat, apakah melebihi anggaran atau justru kurang
dari yang anggaran atau bisa juga disebut dengan penilaian terhadap anggaran
yang sebenarnya terhadap anggaran standar
c. Efektor adalah
apakah kinerja memuaskan ? karena di tahap ini adalah penilaian terhadap dampak
yang diakibatkan setelah dari proses asesor. Jika tidak memuaskan maka akan
diperbaiki dan dikoreksi, jika memuaskan maka akan mendapat penghargaan.
d. Komunikasi
adalah umpan balik, karena hal tersebut merupakan proses mendapatkan keyakinan
kembali bahwa proses yang dijalankan harus memuaskan dengan cara melakukan
perbaikan dan koreksi terhadap apa yang dianggap kurang memuaskan.
4. Tipe
organisasi
a.
Organisasi
fungsional yaitu organisasi yang tiap manajer bertanggungjawab atas fungsi
bisnis yang terspesialisasi. Keunggulannya adalah efisiensi karena membantu
tiap divisi bekerja sesuai dengan keahliannya. Kelemahannya adalah sulit
menemukan efektivitas karena tiap manajer berkontribusi pada hasil akhir.
b. Organisasi
divisional yaitu bentuk organisasi yang lebih menekankan pada unit bisnis yang
sedang dijalankan sehingga tidak secara keahlian. Dalam suatu
perusahaan
yang mempunyai organisasi divisional, jika mempunyai bentuk produk yang
berbeda, maka akan mempunyai divisi yang berbeda pula. Misalnya, perusahaan CAP
memproduksi barang A dan B. Sehingga
akan terbentuk divisi A dan B. Divisi tersebut mempunyai bentuk organisasi
tersendiri yang masing-masing mempunyai manajer pemasaran dan manajer produksi
sendiri. Keunggulan dari divisional adalah bisa sebagai tempat pelatihan kerja
dan akan lebih dekat dengan pasar karena mempunyai manajer pemasaran sendiri.
Sedangkan kelemahannya adalah adanya duplikasi pekerjaan antar divisi dan
perselisihan antar divisi, misalnya dalam anggaran.
c. Organisasi
matrix adalah bentuk organisasi yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah
tersebut dan merupakan bentuk yang paling dianggap sesuai. Mempunyai tanggung
jawab ganda, yaitu divisi dan spesialisasi membuat bentuk ini mempunyai
keunggulan efisiensi dan efektif karena mampu menyesuaikan dengan lingkungan.
5. Permasalahan
kontroler
a. Kontroler
adalah orang yang bertanggungjawab dalam merancang dan mengoperasikan SPM
b. Tugas
kontroler adalah :
· Merancang dan mengoperasikan informasi
dan pengendalian
· Menyajikan laporan keuangan bagi pihak
luar (untuk kerja sama)
· Menyajikan, menganalisa, dan
mengintepretasikan laporan kerja
· Melakukan supervisi audit internal dan
prosedur pengendalian akuntansi untuk meyakinkan laporan keuangan disajikan
secara memadai
· Mengembangkan personel dalam organisasi
pengendali dan berpartisipasi dalam pendidikan profesional.
c. Permasalahan
kontroler unit bisnis adalah dengan melihat pada struktur organisasi divisional. Mempunyai masalah sebagai berikut
:
· Adanya kemungkinan jika kontroler
bekerja untuk manajer unit bisnis, maka akan memberikan laporan yang tidak
obyektif terhadap kinerja unit bisnis mengenai anggaran
· Jika kontroler unit bisnis bekerja untuk
pusat, maka manajer unit bisnis akan menganggap sebagai mata-mata dari kantor
pusat sehingga ruang gerak manajer unit bisnis akan dibatasi.
Sumber : Dibuat berdasarkan rangkuman yang sudah didapat dari materi kuliah
SPM di STIE YKPN. Merupakan salah satu penjelasan dari buku terjemahan dari
Antony dan Govindarajan.
NB : Disarankan materi rangkuman ini tidak sebagai bahan utama. Diperlukan
bacaan tambahan untuk keperluan presentasi dan ujian.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar