RANGKUMAN
SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 11
PENILAIAN
KINERJA
1. Sistem penilaian kinerja digunakan untuk
mencapai tujuan, yaitu mekanisme untuk membantu keberhasilan implementasi
strategi dengan menetapkan key success
variable
2.
Rerangka perancangan sistem penilaian
kinerja
Kinerja yang diukur
perlu digunakan untuk meyakinkan strategi apa yang bisa dijalankan sesuai
dengan kriteria perusahaan. Misalnya adalah cost
leadership dengan harapan perusahaan bisa memproduksi dengan biaya rendah
dengan melaksanakan efisiensi. Sehingga kegiatan/strategi apa yang akan
dijalankan harus sesuai dengan yang diukur. Dari kegiatan untuk mengetahui
sebesar apa biaya untuk memproduksi barang diukur dengan tingkat efisiensi.
Lalu penghargaan akan diterima ketika kegiatan sudah terukur dan kemudian
nantinya akan dihubungkan dengan kompensasi yang seharusnya diterima.
3. Key success variabel adalah kunci penentu keberhasilan yang
dianalisis berdasarkan kegiatan apa yang akan dilakukan. Misalnya, strategi
yang akan dilakukan adalah product
leadership. Maka perusahaan harus menganalisis tentang inovasi produk,
penelitian dan pengembangan, teknologi, dll supaya bagaimana caranya sehingga
produk tersebut unggul dipasaran.
4. Balance Scorecard adalah
metode pengukuran dan penilaian kinerja perusahaan secara berseri berdasarkan 4
perspektif, yaitu :
a. Keuangan, apakah perusahaan mampu
mengelola keuangan sehingga perusahaan berhasil dalam menunjukkan kepentingan
investor.
b. Pelanggan, pemenuhan kebutuhan terhadap
konsumen yang dilihat dari market share, loyalitas,
kepentingan konsumen, dll.
c. Proses bisnis internal, suatu analisis
(biasanya value chain) untuk mengetahui kualitas, lama proses produksi,
penghematan yang terjadi, dll
d. Penelitian dan pengembangan, digunakan
untuk memenuhi kepentingan perusahaan sehingga perusahaan dapat beradaptasi
dengan lingkungan. Misalnya, pembaharuan teknologi, selera konsumen, tingkat
daya beli, dll.
5. Faktor
yang perlu diperhatikan dalam menetapkan sistem pengukuran kinerja adalah :
a. Pengukuran upaya dan hasil kegiatan. Upaya
yang dilakukan supaya tujuan dapat tercapai yang mengindikasikan hasil dari
suatu strategi dan merupakan indikator terlambat karena hasil diketahui paling
akhir, sedangkan cara diketahui/ditentukan paling awal.
b. Pengukuran faktor finansial dan
nonfinansial. Finansial diukur berdasarkan satuan yaitu penjualan yang akan
mempengaruhi laba. Nonfinansial diukur dengan bagaimana produk yang terjual
dipengaruhi dari selain produksi. Misalnya, kepuasan pelanggan, tingkat
kehadiran dan ketepatan produksi oleh karyawan, kegagalan produksi, dll
c. Pengukuran fakor internal dan eksternal.
Faktor internal berhubungan dengan produk, misalnya kualitas produk dan
efisiensi produksinya. Eksternal berasal dari konsumen, misalnya kepuasan
pelanggan.
d. Pengukuran perubahan kegiatan. Mengukur
hasil dan pemicu yang menyebabkan perusahaan bertindak sesuai perubahan yang
terjadi. Perusahaan akan berubah jika strategi berubah. Misalnya, perubahan dari
cost leadership ke product leadership.
6. Hubungan
sebab akibat pengukuran
a. Dari segi perspektif yang dilihat dari balance scorecard. Inovasi dan pembelajaran diharapkan akan meningkatkan proses bisnis internal untuk
menciptakan produk sehingga akan menyebabkan konsumen puas dan menyenangi produk yang telah dibuat dan karena
konsumen sangat menyukai produk tersebut, maka akan menghasilkan tingkat keuangan yang tinggi dengan mendapatkan
penjualan yang tinggi.
b. Dari segi pengukuran. Kemampuan manufakturing yang baik akan
meningkatkan jumlah produksi sehingga harapannya adalah waktu siklus pesanan dari produksi tersebut berjalan lebih cepat
tanpa menunggu lama. Dengan kecepatan produksi tersebut akan membuat pelanggan
menjadi puas. Survei kepuasan pelanggan
diperlukan, sehingga menyebabkan pertumbuhan
penjualan yang semakin tinggi.
7. Tahap
implementasi strategi :
a. Definisi strategi. Strategi apa yang akan dilakukan.
b. Pengukuran strategi. Tingkat
keberhasilan diukur berdasarkan apa ? Misalnya, strategi single industry, tingkat keberhasilannya diukur dari penggunaan
kapasitas produksi, efisiensi, dll
c. Integrasi ke sistem manajemen.
Menghubungkan tingkat kinerja dengan bonus/kompensasi yang akan diterima
sehingga dapat memotivasi para pekerja.
d. Review
an
evaluasi. Mengevaluasi apa yang sebaiknya diperbaiki dan yang semestinya
diteruskan supaya produksi perusahaan berjalan terus-menerus sesuai dengan strategi
yang diterapkan.
8. Permasalahan
implementasi dengan sistem pengukuran kinerja adalah :
a. Korelasi antara nonfinansial dengan
hasil adalah kecil. Artinya, pengukuran tersebut yang dilakukan berdasarkan
nonfinansial mempunyai hubungan yang tidak sama besar dari harapan.
b. Fixation
keuangan.
Manajer lebih menekankan pada hasil finansial karena dalam hasil finansial
dapat diukur seberapa besar kinerja yang telah dicapai.
c. Pengukuran tidak diperbaharui.
Mengindikasikan bahwa jika strategi berubah, maka sebaiknya semua proses
pengukuran kinerja juga berubah. Akan tetapi, dalam implementasinya tidak
berubah.
d. Pengukuran terlalu banyak. Pengukuran
seharusnya dapat menunjukkan yang sebenarnya. Akan tetapi jika terlalu banyak
maka akan membingungkan dan akan mempengaruhi ketepatan dan pengukuran kinerja.
e. Kesulitan melihat trade off. Trade off adalah tingkat pertukaran yang terjadi antara
mengeluarkan barang dan menerima uang sehingga yang terjadi hanya melihat dari
segi konsumen. Melihat dengan cara bagaimana dampak keuangan jika hanya melihat
dari segi konsumen.
9. Praktek
yang dilakukan dalam pengukuran kinerja. Dengan adanya berbagai kelemahan
tersebut, tetapi nyatanya yang digunakan adalah segi finansial saja yang
diukur. Maka dari itu, dalam suatu perspektif, bisa saja melihat balance scorecard.
10. Pengendalian
interaktif. Digunakan perusahaan untuk menyesuaikan dengan lingkungan dengan
cara tidak hanya berdasarkan key success
variabel, akan tetapi bagaimana cara perusahaan bisa beradaptasi dan
bercampur dengan lingkungan. Misalnya, adanya selera konsumen yang berubah,
maka yang dilakukan perusahaan adalah dengan inovasi produk baru.
Sumber : Dibuat berdasarkan rangkuman yang sudah didapat dari materi kuliah
SPM di STIE YKPN. Merupakan salah satu penjelasan dari buku terjemahan dari
Antony dan Govindarajan.
NB : Disarankan materi rangkuman ini tidak sebagai bahan utama. Diperlukan
bacaan tambahan untuk keperluan presentasi dan ujian.

Blog Nggak Jelas, Banyak Copas
BalasHapus