Senin, 10 September 2018

Sistem Pengendalian Manajemen. Bab 11


RANGKUMAN
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 11
PENILAIAN KINERJA
1.     Sistem penilaian kinerja digunakan untuk mencapai tujuan, yaitu mekanisme untuk membantu keberhasilan implementasi strategi dengan menetapkan key success variable
2.      Rerangka perancangan sistem penilaian kinerja
Kinerja yang diukur perlu digunakan untuk meyakinkan strategi apa yang bisa dijalankan sesuai dengan kriteria perusahaan. Misalnya adalah cost leadership dengan harapan perusahaan bisa memproduksi dengan biaya rendah dengan melaksanakan efisiensi. Sehingga kegiatan/strategi apa yang akan dijalankan harus sesuai dengan yang diukur. Dari kegiatan untuk mengetahui sebesar apa biaya untuk memproduksi barang diukur dengan tingkat efisiensi. Lalu penghargaan akan diterima ketika kegiatan sudah terukur dan kemudian nantinya akan dihubungkan dengan kompensasi yang seharusnya diterima.
3. Key success variabel  adalah kunci penentu keberhasilan yang dianalisis berdasarkan kegiatan apa yang akan dilakukan. Misalnya, strategi yang akan dilakukan adalah product leadership. Maka perusahaan harus menganalisis tentang inovasi produk, penelitian dan pengembangan, teknologi, dll supaya bagaimana caranya sehingga produk tersebut unggul dipasaran.
4.  Balance Scorecard adalah metode pengukuran dan penilaian kinerja perusahaan secara berseri berdasarkan 4 perspektif, yaitu :
a. Keuangan, apakah perusahaan mampu mengelola keuangan sehingga perusahaan berhasil dalam menunjukkan kepentingan investor.
b. Pelanggan, pemenuhan kebutuhan terhadap konsumen yang dilihat dari market share, loyalitas, kepentingan konsumen, dll.
c.    Proses bisnis internal, suatu analisis (biasanya value chain) untuk mengetahui kualitas, lama proses produksi, penghematan yang terjadi, dll
d.  Penelitian dan pengembangan, digunakan untuk memenuhi kepentingan perusahaan sehingga perusahaan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya, pembaharuan teknologi, selera konsumen, tingkat daya beli, dll.
5.      Faktor yang perlu diperhatikan dalam menetapkan sistem pengukuran kinerja adalah :
a.    Pengukuran upaya dan hasil kegiatan. Upaya yang dilakukan supaya tujuan dapat tercapai yang mengindikasikan hasil dari suatu strategi dan merupakan indikator terlambat karena hasil diketahui paling akhir, sedangkan cara diketahui/ditentukan paling awal.
b.   Pengukuran faktor finansial dan nonfinansial. Finansial diukur berdasarkan satuan yaitu penjualan yang akan mempengaruhi laba. Nonfinansial diukur dengan bagaimana produk yang terjual dipengaruhi dari selain produksi. Misalnya, kepuasan pelanggan, tingkat kehadiran dan ketepatan produksi oleh karyawan, kegagalan produksi, dll
c.    Pengukuran fakor internal dan eksternal. Faktor internal berhubungan dengan produk, misalnya kualitas produk dan efisiensi produksinya. Eksternal berasal dari konsumen, misalnya kepuasan pelanggan.
d. Pengukuran perubahan kegiatan. Mengukur hasil dan pemicu yang menyebabkan perusahaan bertindak sesuai perubahan yang terjadi. Perusahaan akan berubah jika strategi berubah. Misalnya, perubahan dari cost leadership ke product leadership.
6.      Hubungan sebab akibat pengukuran
a.  Dari segi perspektif yang dilihat dari balance scorecard. Inovasi dan pembelajaran diharapkan akan meningkatkan proses bisnis internal untuk menciptakan produk sehingga akan menyebabkan konsumen puas dan menyenangi produk yang telah dibuat dan karena konsumen sangat menyukai produk tersebut, maka akan menghasilkan tingkat keuangan yang tinggi dengan mendapatkan penjualan yang tinggi.
b.  Dari segi pengukuran. Kemampuan manufakturing yang baik akan meningkatkan jumlah produksi sehingga harapannya adalah waktu siklus pesanan dari produksi tersebut berjalan lebih cepat tanpa menunggu lama. Dengan kecepatan produksi tersebut akan membuat pelanggan menjadi puas. Survei kepuasan pelanggan diperlukan, sehingga menyebabkan pertumbuhan penjualan yang semakin tinggi.
7.      Tahap implementasi strategi :
a.    Definisi strategi. Strategi apa  yang akan dilakukan.
b. Pengukuran strategi. Tingkat keberhasilan diukur berdasarkan apa ? Misalnya, strategi single industry, tingkat keberhasilannya diukur dari penggunaan kapasitas produksi, efisiensi, dll
c. Integrasi ke sistem manajemen. Menghubungkan tingkat kinerja dengan bonus/kompensasi yang akan diterima sehingga dapat memotivasi para pekerja.
d.  Review an evaluasi. Mengevaluasi apa yang sebaiknya diperbaiki dan yang semestinya diteruskan supaya produksi perusahaan berjalan terus-menerus sesuai dengan strategi yang diterapkan.
8.      Permasalahan implementasi dengan sistem pengukuran kinerja adalah :
a.   Korelasi antara nonfinansial dengan hasil adalah kecil. Artinya, pengukuran tersebut yang dilakukan berdasarkan nonfinansial mempunyai hubungan yang tidak sama besar dari harapan.
b.  Fixation keuangan. Manajer lebih menekankan pada hasil finansial karena dalam hasil finansial dapat diukur seberapa besar kinerja yang telah dicapai.
c.   Pengukuran tidak diperbaharui. Mengindikasikan bahwa jika strategi berubah, maka sebaiknya semua proses pengukuran kinerja juga berubah. Akan tetapi, dalam implementasinya tidak berubah.
d.     Pengukuran terlalu banyak. Pengukuran seharusnya dapat menunjukkan yang sebenarnya. Akan tetapi jika terlalu banyak maka akan membingungkan dan akan mempengaruhi ketepatan dan pengukuran kinerja.
e.   Kesulitan melihat trade off. Trade off adalah tingkat pertukaran yang terjadi antara mengeluarkan barang dan menerima uang sehingga yang terjadi hanya melihat dari segi konsumen. Melihat dengan cara bagaimana dampak keuangan jika hanya melihat dari segi konsumen.
9.   Praktek yang dilakukan dalam pengukuran kinerja. Dengan adanya berbagai kelemahan tersebut, tetapi nyatanya yang digunakan adalah segi finansial saja yang diukur. Maka dari itu, dalam suatu perspektif, bisa saja melihat balance scorecard.
10. Pengendalian interaktif. Digunakan perusahaan untuk menyesuaikan dengan lingkungan dengan cara tidak hanya berdasarkan key success variabel, akan tetapi bagaimana cara perusahaan bisa beradaptasi dan bercampur dengan lingkungan. Misalnya, adanya selera konsumen yang berubah, maka yang dilakukan perusahaan adalah dengan inovasi produk baru.
Sumber : Dibuat berdasarkan rangkuman yang sudah didapat dari materi kuliah SPM di STIE YKPN. Merupakan salah satu penjelasan dari buku terjemahan dari Antony dan Govindarajan.
NB : Disarankan materi rangkuman ini tidak sebagai bahan utama. Diperlukan bacaan tambahan untuk keperluan presentasi dan ujian.

1 komentar:

Populer