RANGKUMAN
SISTEM PENGENDALIAN MENAJEMEN
BAB 1
ARTI
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
1. Arti
penting SPM bagi organisasi adalah digunakan untuk perencanaan strategi dan
implementasinya serta membantu pemahaman dan kemampuan analitis yang berkaitan
dengan perancangan suatu sistem yang bermanfaat untuk perancangan dan
pengendalian organisasi. Jadi, titik fokus pada SPM adalah tentang implementasi
strategi dan perancangannya. Adapun unsur-unsur yang ada dalam SPM adalah
perencanaan strategi, pembuatan anggaran, alokasi sumber daya, pengukuran,
evaluasi, penghargaan atas kinerja, alokasi pusat tanggung jawab, dan harga
transfer.
2. Konsep
dasar SPM :
a. Pengendalian. Pengendalian. Pengendalian
dilakukan dengan tujuan supaya apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan
dengan baik sehingga dapat mencapai target maupun tujuan yang ingin dicapai. Juga memastikan bahwa sumber daya organisasi digunakan secara efektif dan
efisien. Pengendalian mempunyai elemen-elemen, sbb
· Detektor/sensor
: yaitu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang
sedang dikendalikan.
·Asesor :
yaitu perangkat yang menentukan/membandingkan antara peristiwa aktual dengan
cara peristiwa diharapkan/standard dibandingkan dengan peristiwa yang
seharusnya terjadi.
· Efektor
: yaitu perangkat yang tindakannya merupakan respon atas asesor dengan bertindak
sesuai kebutuhan yang diperlukan.
· Jaringan
komunikasi : yaitu perangkat yang meneruskan informasi dari detektor ke asesor,
lalu dari asesor ke efektor.
Contoh dari elemen pengendalian ini adalah termostat
(alat pengukur suhu ruangan). Detektor dari termostat adalah termometer, asesor
adalah program, efektor adalah pemancar suhu, jaringan komunikasi adalah
kabel-kabel yang meneruskan aliran listrik. Contoh lain adalah kulkas. Detektor
adalah termometer, asesor adalah program dari kulkas, efektor adalah alat untuk
memutar suhu, jaringan komunikasi adalah kabel-kabel.
b. Sistem. Sistem adalah suatu cara tertentu yang harus dilakukan supaya tujuan
dapat tercapai. Sistem mempunyai sifat repetitif, yaitu pengulangan, dimana semua kegiatan yang
dilakukan ditandai dengan langkah-langkah yang berirama, terus-menerus,
terkoordinasi dan selalu berulang. Contoh dari sistem adalah sistem ujian di
STIE YKPN. Dimana jika akan melaksanakan ujian, misalnya para dosen harus rapat
dulu untuk menentukan soal-soal yang akan diberikan, lalu peserta ujian akan
mendapat kartu ujian untuk absensi, biasanya ujian berlangsung selama 90 menit,
soal harus dikembalikan, dll dan secara terus menerus melakukan kegiatan yang
sama secara berulang.
c. Manajemen.
Manajemen merupakan sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai
tujuan. Umunya yang dimaksud dengan manajemen adalah suatu proses perencanaan,
pengkoordinasian, pengawasan dan kepemimpinan. Pada proses pengendalian
manajemen, manajer pada seluruh tingkatan memastikan bahwa orang-orang yang
mereka awasi mengimplementasikan strategi secara tepat.
3. Definisi SPM menurut Anthony
adalah sistem pengendalian manajemen memiliki fungsi pengendalian terhadap
aktivitas-aktivitas dalam suatu organisasi yang diupayakan agar sesuai dengan
strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Maciariello adalah seperangkat
struktur organisasi yang saling berhubungan dengan memungkinkan pengolahan
informasi untuk tujuan membantu para manajer dalam pengkoordinasian
bagian-bagian dan pencapaian tujuan organisasi secara berkesinambungan. Dari kedua
definisi tersebut, terlihat bahwa definisi Maciariello lebih lengkap karena
menjelaskan sistem pengendalian dari awal dengan adanya pengendalian strategi
dan pengendalian operasi. Maciariello mengagap pendapat mereka lebih sesuai dan
mempunyai validitas tinggi.
4.
Lingkup pengendalian manajemen.
a. Formulasi strategi, yaitu proses menetapkan tujuan, strategi,
dan kebijakan yang harus dilakukan.
b. Pengendalian manajemen, yaitu proses untuk
mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan.
c. Pengendalian operasional, yaitu untuk meyakinkan bahwa setiap
tugas dilakukan secara efisien dan efektif.
Contoh lingkup pengendalian yang saling berhubungan :
Formulasi strategi
|
Pengendalian Manajemen
|
Pengendalian Operasional
|
Melakukan bisnis baru
|
Membuat pabrik
|
Jadwal produksi
|
Mengubah struktur modal
|
Menerbitkan obligasi
|
Mengelola arus kas
|
Melakukan penjualan mail order
|
Menetapkan anggaran
promosi
|
Menentukan sarana promosi
|
5. Efisien
adalah rasio antara input dan output, input tertentu menghasilkan output
maksimal / input minimal menghasilkan output tertentu / input 1 menghasilkan
output tertentu / output 1 dari input tertentu. Dalam efisiensi, adanya
penyebutan berupa angka yang mengindikasikan bahwa yang dihasilkan adalah lebih
dari suatu input. Jika rasio semakin besar, berarti semakin efisien. Misalnya,
jika produsen mie instan membeli 100 kg tepung mampu menghasilkan 300 kg mie
instan.
6. Efektif
adalah perbandingan antara hasil dengan tujuan yang dicapai. Semakin dekat
antara hasil dengan estimasi tujuannya, maka akan efektif. Misalnya, manajer
produksi menetapkan anggaran dari biaya produksi adalah 100 juta. Ternyata,
proses produksi yang sebenarnya membutuhkan dana sebesar 98 juta. Dari proses
tersebut, manajer produksi berhasil melakukan efektivitas karena sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai, yaitu proses produksi yang dianggarkan 100 juta
tetapi yang terjadi 98 juta.
1. Pengendalian
manajemen. Proses pengendalian manajemen yaitu suatu proses di mana para
manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan
strategi organisasi. Pengendalian manajemen meliputi :
a.
Aktivitas
pengendalian manajemen :
·
Merencanakan
apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi
·
Mengkoordinasikan
berbagai aktivitas dari bagian-bagian organisasi
·
Mengkomunikasikan
informasi
·
Mengevaluasi
informasi
·
Memutuskan
tindakan yang seharusnya diambil
·
Mempengaruhi
perilaku individu
b. Keselarasan
tujuan, yaitu proses pencapaian tujuan organisasi yang diperoleh
dari usaha anggota organisasi untuk mencapai tujuan individu yang langsung
membantu tercapainya tujuan organisasi secara keseluruhan.
c. Perangkat implementasi strategi, yaitu
pengendalian manajemen karena dalam pengendalian manajemen segala aktivitas
akan dipantau, dievaluasi, lalu akan diimplentasikan.
d. Struktur organisasi, diperlukan untuk
sistem koordinasi supaya segala informasi dapat diperoleh dengan benar karena
didalamnya mencakup peranan, hubungan pelaporan, dan pembagian tanggung jawab.
e. Manajemen sumber daya manusia,
diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para anggota untuk
melaksanakan strategi perusahaan.
f. Pengukuran
finansial dan nonfinansial. Pengukuran finansial menekankan pada hasil secara
monter, misalnya pencapaian laba. Pengukuran nonfinansial menekankan pada hasil
diluar moneter, misalnya tingkat kepuasan konsumen pada suatu produk, loyalitas
konsumen, dll.
g. Alat untuk
mengembangkan strategi baru, diperlukan supaya dalam strategi yang direncanakan
dapat diimplementasi dengan mudah melalui berbagai proses yang terjadi dalam
spm.
2. Dampak internet
terhadap pengendalian manajemen yaitu dapat memberikan kontribusi dalam
kebijakan perancangan operasional pengendalian manajemen dengan cara :
a. Memahami
arti penting persaingan dan tujuan untuk memotivasi individu
b.
Memahami
berbagai tujuan anggota organisasi
c.
Mengembangkan
tujuan unit bisnis, fungsi organisasi
d.
Komunikasi
strategi
e.
Penetapan
kunci keberhasilan
f.
Evaluasi
kinerja
g.
Koordinasi
untuk review kinerja
h.
Perancangan
struktur reward
i.
Mempegaruhi
individu untuk mengubah perilaku
Sumber : Dibuat berdasarkan rangkuman yang sudah didapat dari materi kuliah
SPM di STIE YKPN. Merupakan salah satu penjelasan dari buku terjemahan dari
Antony dan Govindarajan.
NB : Disarankan materi rangkuman ini tidak sebagai bahan utama. Diperlukan
bacaan tambahan untuk keperluan presentasi dan ujian.




