Rabu, 14 November 2018

Sistem Pengendalian Manajemen. Bab 6


RANGKUMAN
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 6
HARGA TRANSFER
1.      Harga tranfer adalah suatu nilai yang dipertukarkan antar unit bisnis yang terlibat, yaitu unit bisnis pemasok dan penjual. Harga transfer tersebut adalah suatu mekanisme yang digunakan untuk mendistribusikan pendapatan yang dihasilkan ketika produk terjual dari unit bisnisnya. Didalam harga transfer terdapat suatu kerugian dan keuntungan yang didapat ketika mendistribusikan suatu produk ke unit bisnis lain.
2.      Tujuan penetapan harga transfer tersebut adalah :
a.   Memberikan informasi relevan untuk menetapkan trade off optimum pendapatan dan biaya. Yang dimaksud adalah suatu keadilan dalam memberikan harga (tidak memihak) ketika barang dikeluarkan dari unit bisnis dan diperlakukan sebagai sarana memperoleh laba
b.      Mendorong terjadinya goal congruence. Suatu harga transfer yang ditetapkan diharapkan akan meningkatkan laba unit bisnis sekaligus laba perusahaan.
c.       Membantu pengukuran kinerja ekonomik setiap divisi
d.      Menghasilkan sistem yang sederhana dan mudah dilaksanakan
3.      Metode penetapan harga transfer adalah sebagai berikut :
a.       Mempunyai prinsip dasar. Prinsip yang digunakan harga transfer adalah harga pasar, yaitu berdasarkan permintaan dan penawaran. Maka dapat dikatakan, sebaiknya harga tranfer yang dikenakan serupa dengan produk yang dijual ke konsumen luar atau dari pemasok luar atau dapat juga dari divisi yang akan membeli produk tersebut. Namun, masalahnya adalah suatu harga adalah tidak sama dengan yang lain maka dapat memilih pemasok. Suatu produk akan dibuat diperusahaan jika memang harga dipasar dirasa mahal, sehingga jika membuat sendiri maka akan lebih murah karena adanya biaya penghematan. Biaya penghematan tersebut misalnya adalah pengemasan. Jika harus beli dipasar, maka terdapat biaya pengemasan barang, jika perusahaan yang buat sendiri barang tersbut maka tidak ada biaya pengemasan sehingga lebih murah.
b.      Situasi ideal yang diperlukan untuk menetapkan harga transfer adalah :
·      Individu yg kompeten. Para manajer harus memperhatikan kinerja jangka panjangnya sama seperti mempunyai tanggung jawab kinerja jangka pendek.  Dengan kata lain, kinerja jangka panjang serasa bekerja dalam mencapai kinerja jangka pendek. Maka dari itu, diperlukan negosiasi dan arbitrasi yang diperlukan sehingga memerlukan individu yang kompeten.
·  Suasana yang baik. Profitabilitas akan dianggap sebagai tujuan utama yang harus dipertimbangkan sehingga mempunyai pandangan bahwa harga transfer harus adil.
·   Harga pasar. Harga transfer yang baik adalah dengan menyamakan harga transfer dengan harga produk yang sama dipasaran.
·   Kebebasan memperoleh sumber. Para manajer mendapat kesempatan untuk memilih berbagai alternatif sumber daya yang diperlukan untuk memperoleh harga dengan lebih murah. Sumber tersebut bisa saja dari dalam atau luar perusahaan.
·  Informasi Lengkap. Informasi yang didapat harus lengkap karena untuk mengetahui berbagai alternatif yang akan dipilih, sehingga mempunyai informasi alternatif yang relevan terhadap biaya dan pendapatan.
·  Negosiasi. Melaksanakan kontrak/hubungan kerja untuk memutuskan harga transfer antar divisi yang harus diberlakukan.
c. Keterbatasan sumber. Sumber adalah terbatas ketika permintaan dipasar tidak banyak sehingga barang tidak selalu disediakan oleh pasar. Dalam keadaan tersebut, sifat barang adalah eksklusif karena belum tentu ada dipasar dan jika akan memiliki barang tersebut maka biasanya akan memesan terlebih dahulu. Artinya, jika barang tersebut diproduksi sendiri maka pasti ada, dan jika beli diluar belum tentu ada. Dengan kata lain, perusahaan harus bertransaksi barang (bahan baku) di dalam perusahaan sendiri. Sumber yang terbatas mengakibatkan perusahaan akan memproduksi sendiri barang yang akan dibutuhkan. Akan tetapi, hal tersebut menimbulkan masalah sehingga peranan manajemen dibutuhkan bagaimana cara mengatur barang tersebut :
·      Jika sumber terbatas maka keputusan yang harus diambil adalah divisi yang memproduksi barang yang sama dengan yang dibutuhkan (yang seharusnya dijual ke luar) harus dipaksa menjual di dalam perusahaan tersebut sehingga persediaan barang untuk produksi tetap ada. Terbatasnya sumber disebabkan oleh permintaan dipasar yang berlebih sedangkan penawarannya sedikit, sehingga barang akan lebih mudah untuk cepat habis.
·      Ada masanya jika barang berlimpah, maka keputusan yang harus diambil adalah divisi pembeli barang bahan baku harus membeli barang (yang digunakan untuk produksi) dari dalam perusahaan. Berlimpahnya barang diperusahaan tersebut dikarenakan permintaan di pasar yang sedikit sedangkan penawarannya lebih banyak, sehingga barang diperusahaan tidak mudah cepat habis / bisa saja tidak laku dipasaran karena banyaknya pesaing.
4.      Penentuan harga transfer berdasarkan biaya. Dalam menentukan harga transfer, harga transfer biasanya memakai harga paspear. Namun, karena keterbatasan sumber, perusahaan harus melakukan produksi dan transaksi di dalam perusahaan, sehingga harga transfer ditetapkan berdasarkan biaya standar atau harga kompetitif. Biaya standard digunakan karena jika menggunakan biaya sesungguhnya, harga transfer tidak efisien. Penyebabnya adalah divisi yang terakhir nanti akan memperoleh harga transfer yang paling tinggi sehingga barang menjadi mahal. Dan jika masih menggunakan harga pasar, hal yang sama akan terjadi, yaitu ketidakadilan harga.
a.       Berdasarkan laba (mark up). Ditentukan berdasarkan persentase dari laba, yaitu mark up dari dari biaya standard ditambah biaya standard yang terjadi. Misalnya, Divisi B menggunakan bahan baku yang berasal dari Divisi A, sehingga Divisi A harus mentransfer harga tersebut berdasarkan informasi sbb :
Keterangan
Divisi A
Divisi B
Biaya standard
Rp 100.000
Rp 115.000
Biaya sesungguhnya
Rp 110.000
Rp 110.000
Mark up
10%

Harga jual produk B adalah Rp 250.000
Cara menentukan harga tranfer :
A à B
B à konsumen
= B. Standard A + (10% x B. Standard A)
=HT Divisi A + B. Standard B
= 100.000 + (10% x 100.000)
=110.000 + 115.000
=110.000
=225.000
Maka, laba yang didapatkan dari harga transfer Divisi B sebesar 225.000 adalah
=Harga Jual – Harga Transfer Divisi B
=250.000 – 225.000 è 25.000
b.      Berdasarkan up stream fixed cost dan profit
·      Kesepakatan antar unit bisnis, adalah negosisasi penghematan yang mana harus dinikmati oleh semua divisi
·      Dua tahap penetapan harga. Merupakan harga berdasarkan biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap ditetapkan secara berkala (biasanya akhir bulan) pada akhir periode yang berhubungan dengan fasilitas produksi dan pembelian serta akan digunakan pada tiap periode. Sedangkan biaya variabel ditetapkan dahulu, artinya ditetapkan berdasarkan tiap unit produk terjual akan dikenai biaya variabel standard.
·      Berbagi laba (profit sharing). Berbagi laba merupakan penentuan harga transfer menggunakan persentase laba tertentu untuk menentukan laba tiap divisi yang berhubungan dengan harga transfer produksi. Misalnya, dari contoh soal berdasarkan mark up, diketahui laba untuk Divisi A 40% dan laba untuk Divisi B 60%, maka :
Biaya standar A :
100.000

Laba Divisi A (35.000*40%) :
14.000
Biaya standar B :
115.000

Laba Divisi B (35.000*60%) :
21.000
Jumlah biaya
215.000

Maka harga transfer A à B =

Harga jual
250.000

                100.000 + 14.000 =
114.000
Laba didapat
35.000



·      Dua set harga. Pada metode ini, harga jual mempunyai 2 harga, yaitu divisi B akan dibebani biaya standard dari divisi A dan divisi penjual akan dibebani harga jual dari divisi B. Hal tersebut akan berlanjut terus menerus sampai produk ke tangan konsumen. Maka dari itu, pada 2 set harga tersebut mempunyai harga yang berantai. Metode ini digunakan ketika terdapat konflik antara unit pembelian dan unit penjualan yang konfliknya tidak kunjung terselesaikan. Sehingga dari metode ini baik unit penjualan atau pun unit pembelian akan memperoleh manfaat. Misalnya, dari contoh soal berdasarkan mark up, cara menentukannya adalah harga transfer dari Divisi A :
Harga    = B. standar B + laba
Biaya standar B
115.000
250.000 = X + 10% B. Standar B
Harga transfer dari Divisi A
B. standar B = (100/110) x 250.000
        227.272 – 115.000 =
112.272
                     = 227.272


*100 : B. Standar dari A


  110 : 100% + 10%


5.      Penetapan harga jasa organisasi. Terdapat 2 pilihan yang sesuai pada jenis jasa untuk digunakan :
a.       Jika unit bisnis harus menggunakan dan mengendalikan pemakaian. Maka penetapakan harga transfernya adalah :
·      Semuanya menggunakan biaya variabel dari jasa yang diberikan. Akan tetapi, dalam biaya variabel, misalnya pada mesin fotokopi, akan menjadi boros karena harga dibebani pada harga tinta, kertas, dll yang akan dibagi per lembar kertas. Maka sebaiknya digunakan seperlunya saja jika ingin harga murah.
·      Menggunakan biaya variabel + biaya tetap. Penggunaan biaya tersebut dapat juga disebut sebagai biaya penuh. Penggunaan metode ini digunakan untuk mencerminkan biaya keseluruhan jangka panjang perusahaan.
·      Menggunakan total biaya + laba (mark up). Digunakan pada tingkat yang maksimal karena menghubungkan persentase laba, artinya ada tingkat pengembalian atas investasi (modal). Biasanya menggunakan harga yang sama dengan harga pasar. Tetapi, jika tidak memungkinkan, gunakanlah biaya penuh (biaya variabel + biaya tetap) sebagai pengganti harga pasar ditambah dengan mark up laba dari biaya.
b.      Jika unit bisnis dapat menentukan penggunaan jasa tersebut, maka penetapan harga transfernya adalah total biaya + laba (mark up) dan berdasarkan pada pertimbangan yang sama dengan  pertimbangan yang mengendalikan harga transfer lain. Hal ini dikarenakan, adanya penggunaan pilihan jasa perusahaan yang berasal dari dalam atau luar perusahaan. Seringkali penggunaan pilihan jasa tersebut meliputi teknologi informasi, perawatan dan pemeliharaan, konsultasi, dll. Jika jasa-jasa dari dalam perusahaan tidak kompeten, maka akan menggunakan jasa dari luar perusahaan sehingga para manajer harus mampu mengendalikan jumlah dan efisiensi jasa dari luar tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuklah harga transfer berdasarkan total biaya + laba (mark up) untuk di berlakukan seperti pusat laba yg lain.
6.      Administrasi harga transfer. Digunakan untuk menyelesaikan konflik harga transfer yang harus ditetapkan.
a.       Negosiasi, yaitu menetapkan harga jual bersama-sama dan mencapai kesepakatan atas harga transfer yang paling sesuai. Dari kesepakatan tersebut, adanya penggunaan penghematan yang harus dinikmati semua divisi sehingga dapat menentukan alokasi laba.
b.      Arbitrasi, yaitu penyelesaian konflik atas harga transfer yang harus digunakan dengan memakai pihak ketiga, kadang kala dengan bantuan manajer staf kantor lain. Arbitrasi akan dilakukan jika negosiasi tidak menemukan solusi atas harga transfer.
c.       Klasifikasi produk, merupakan pembagian kelas produk berdasarkan perolehan sumber daya dan banyaknya transfer yang dilakukan serta ketersediaan harga pasar. Misalnya, dalam perusahaan mempunyai kelas produk sebagai berikut :
·      Kelas I. Meliputi seluruh produk dimana para manajer ingin mengendalikan seluruh sumber daya yang berasal dari dalam, bervolume besar, dan ingin mengendalikan atas produk tersebut, misalnya untuk alasan efisiensi dan kualitas produk.
·  Kelas II. Meliputi produk pendukung lainnya dimana para manajer ingin mengendalikan seluruh sumber daya yang berasal dari luar, bervolume kecil, dan diproduksi dengan peralatan umum. Pada Kelas II inilah harga pasar akan digunakan sehingga harga transfer menggunakan harga pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer