Rabu, 14 November 2018

Sistem Pengendalian Manajemen. Bab 7


RANGKUMAN
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 7
PUSAT INVESTASI
(PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN AKTIVA)
1.      Pusat investasi adalah salah satu pusat tanggung jawab yang menilai kinerja manajer berdasarkan laba dibandingkan dengan investasi. Fokus utama dalam pusat investasi adalah pengendalian aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba.
2.      Tujuan dari pengukuran aktiva tersebut adalah sebagai informasi untuk pengambilan keputusan, sehingga sesuai dengan kepentingan organisasi dan pengukuran kinerja unit bisnis sebagai kesatuan ekonomik (antar unit bisnis).
3.      Penentuan dasar investasi yang digunakan harus mempunyai 2 karakteristik, yaitu :
a.       Dapat dikendalikan : dapat diatur sedemikian rupa dan harus pusat investasi yang menentukan investasi sehingga dapat dikendalikan
b.      Pengukuran akurat : siapapun yang mengukur hasil akhirnya akan sama.
4.      Berdasarkan konsep laba yang digunakan adalah laba ekonomik, yaitu laba sebelum pajak untuk diversifikasi saling berkaitan dan laba setelah pajak untuk diversifikasi tidak saling berkaitan.
5.      Dasar pengukuran kinerja pusat investasi adalah berdasarkan ROI dan EVA.
a.       ROI (return on investment) adalah rasio laba dibandingkan dengan investasi yang digunakan.
·      Keunggulan pengukuran kinerja dengan ROI adalah :
§  Data mudah diperoleh karena dapat memperoleh informasi berapa investasi yang digunakan,
§  Efisiensi biaya karena dapat mengurangi investasi yang berlebihan
§  Manajer dapat memberikan perhatian luas terhadap penjualan, biaya, dan investasi karena telah memperhitungkan berapa return yang akan diperoleh.
·      Kelemahannya adalah :
§  Hanya akan berpikiran jangka pendek tanpa memperhatikan kepentingan jangka panjang karena dinilai jangka pendek akan mudah dicapai
§  Cenderung menolak investasi yang sebenarnya dapat meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan, karena dinilai dengan adanya tingkat profitabilitas tersebut maka akan menurunkan ROI pertanggungjawabannya.
b.      EVA (economic value added) adalah selisih laba dengan biaya modal. Biaya modal diperoleh dari perkalian antara jumlah aktiva yang digunakan dengan suatu tingkat tarif modal.
·      Keunggulan :
§  Menerima investasi yang menurut ROI tidak menguntungkan
§  Memungkinkan penggunaan biaya modal yang berbeda pada tiap aktiva
§  Hasil dapat langsung diketahui pada pusat investasi
·      Kelemahan :
§  Hanya mendorong pencapaian jangka pendek, karena mudah dicapai
§  Data sulit diperoleh, terutama untuk mencari biaya modal
Contoh soal.  Diketahui : 
Contoh laporan posisi keuangan dan laba rugi untuk mencari biaya modal

Tentukan ROI dan EVA pusat investasi
a.       ROI
Berdasarkan ASET
Berdasarkan EKUITAS
=LABA/TOTAL ASET
=LABA/TOTAL EKUITAS
=1.000/8.000
=1.000/6.000
=12,50%
=16,67%
b.      EVA
Berdasarkan ASET
Berdasarkan EKUITAS
=LABA – (BIAYA MODAL x TOTAL ASET)
=LABA – (BIAYA MODAL x TOTAL EKUITAS)
=1.000.000 – (8% x 8.000.000)
=1.000.000 – (8% x 6.000.000)
=Rp 360.000
=Rp 520.000
6.      Elemen aktiva da dasar pengukuran kinerja pusat investasi.
a.       Kas. Pengendalian kas terpusat akan mempengaruhi jumlah kas yang ada di unit bisnis. Pusat menginginkan jumlah kas yang diberikan ke unit bisnis adalah kecil sehingga yang terjadi adalah kas yang ada di unit bisnis terbatas. Keterbatasan tersebut mengakibatkan kas aktual lebih kecil dari jumlah kas yang diperlukan jika unit bisnis tersebut adalah independen. Oleh sebab itu, karena kas lebih banyak dikendalikan oleh pusat, maka kas tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi.
b.      Piutang. Dalam pengukuran terhadap piutang, mungkin akurat, tetapi pengendalian berada di pusat investasi tergantung dari strategi perusahaan yang digunakan. Jika strategi yang digunakan adalah diversifikasi saling berkaitan, maka tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi. Hal tersebut disebabkan oleh kesamaan produk yang dihasilkan dan bagaimana produk tersebut dijual sehingga akan dikendalikan oleh pusat korporasi. Misalnya, perusahaan memproduksi sepeda motor. Perusahaan tersebut akan meningkatkan kinerjanya dengan melakukan penjualan kredit sehingga barang cepat terjual. Lama waktu piutang pun akan diprediksi, sehingga manajer dari pusat akan turun tangan. Lain halnya dengan strategi diversifikasi tidak saling berkaitan. Dalam satu perusahaan ada banyak unit bisnis yang dijalankan. Misalnya unit bisnis yang memproduksi minuman kaleng dan mie instan. Unit bisnis tersebut berbeda sehingga pengendalian penjualan pun berbeda. Berbeda dalam arti lama pengumpulan piutang yang merupakan akibat dari kebijakan penjualan yang berbeda. Oleh sebab itu, karena kebijakan penjualan berbeda lalu akan mempengaruhi pengumpulan piutang, maka pusat investasi dalam unit bisnis (perusahaan dengan strategi diversifikasi tidak saling berkaitan) bisa digunakan sebagai dasar investasi.
c.       Persediaan. Hampir sama dengan piutang, yaitu tergantung dari strategi perusahaan yang dipilih. Persediaan pada strategi diversifikasi saling berkaitan akan dikendalikan langsung oleh pusat karena produk yang sama sehingga secara langsung akan dikendalikan oleh pusat. Maka, tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi. Persediaan pada strategi diversifikasi tidak  saling berkaitan, akan dikendalikan oleh tiap unit bisnisnya, misalnya tadi unit bisnis minuman kaleng menggunakan metode FIFO dan mie instan menggunakan rata-rata. Pengendalian yang berasal dari pusat investasi unit bisnis tersebut akan membuat persediaan mudah dikendalikan langsung dari unit bisnisnya, sehingga persediaan bisa dikatakan sebagai dasar investasi.
d.      Aktiva tetap. Pengukuran yang tidak akurat menyebabkan akiva tetap belum bisa dikatakan sebagai dasar investasi. Hal tersebut karena, misalnya perusahaan mempunyai aset gedung, mesin, peralatan, dll, sehingga perbedaannya terletak pada estimasi depresiasi. Depresiasi tergantung pada kos, umur ekonomis, nilai residu, sehingga aset tetap tersebut nilainya akan berbeda-beda. Meskipun pengendalian berada pada pusat investasi, namun karena nilai yang tidak tetap tersebut, maka tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi.
e.       Nilai buku kotor (gross book value). Digunakan sebagai alternatif penilaian, dan penghitungan tidak akurat karena menggunakan nilai perolehan. Jadi, karena aset tetap mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, sehingga belum bisa digunakan sebagai dasar investasi. Misalnya, adanya mobil angkut barang yang baru akan menggantikan mobil yang lama karena mobil yang baru bisa digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh dan karena nilai perolehannya yang berbeda pula.
f.        Penggantian aktiva tetap. Dipengaruhi juga oleh nilai buku sehingga mempunyai nilai yang berbeda-beda. Karena nilai yang berbeda-beda, maka belum bisa digunakan sebagai dasar investasi.
g.      Aktiva sewa guna. Aktiva ini akan digunakan sebagai dasar investasi tergantung pada jenis sewa guna yang digunakan. Jika sewa guna merupakan operating lease, maka tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi. Aktiva merupakan suatu aset, sehingga hubungannya adalah neraca. Pada operating lease, kita menggunakan aktiva hanya sebatas memakai, sehingga terdapat biaya sewa. Biaya sewa tersebut hanya ada di laporan laba rugi, sehingga di neraca tidak nampak. Oleh sebab itu, operating lease tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi. Berbeda dengan financial lease. Dalam sewa guna tersebut, perusahaan boleh membeli aktiva dan seluruh biaya operasionalnya akan menjadi beban perusahaan. Maka dari itu, sewa guna akan nampak di neraca sebagai utang sewa sehingga bisa digunakan sebagai dasar investasi
h.      Aktiva tetap yang menganggur. Artinya adalah aktiva tersebut tidak digunakan lagi. Aktiva tersebut masih bisa digunakan sebagai dasar investasi, baik yang menganggur sama sekali atau pun menganggur tapi masih bisa digunakan. Misalnya, Divisi A mempunyai mobil box yang berkapasitas 100 kg. Karena perkembangan perusahaan, mobil box tersebut sudah tidak bisa dipakai lagi karena sekarang perusahaan sudah beli mobil box yang berkapasitas 500 kg. Dari yang tadinya mobil box akan pulang pergi 5 kali, sekarang dengan memakai mobil kapasitas 500 kg, bisa 1 kali pulang pergi dalam sehari untuk kegiatan distribusi barang. Dari mobil kapasitas 100 kg yang tidak digunakan lagi di Divisi A, akan disewakan ke Divisi B. Mobil yang disewakan ke Divisi B itulah yang disebut sebagai aktiva menganggur tapi masih digunakan.
i.        Aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva ini sulit sekali untuk diperhitungkan sehingga nilainya tidak akurat. Dari nilai yang tidak akurat tersebut, membuat pengendalian untuk memperoleh manfaat akan sulit. Oleh sebab itu, aktiva tetap tidak berwujud tidak bisa digunakan sebagai dasar investasi.
7.      Penentuan biaya modal. Biaya modal adalah biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan. Sumber dana yang diperoleh dari pendanaan dari luar (utang, saham, obligasi) atau pun dari dalam (modal sendiri) untuk kegiatan operasional. Pada umumnya, sumber pendanaan berasal dari utang dan ekuitas. Namun, jika semuanya berasal dari utang hal itu tidak mungkin. Pendanaan yang berasal dari utang dipilih perusahaan karena sudah ditentukan biayanya.  Terdapat contoh soal untuk menghitung biaya modal.
a.   Jika perusahaan mempunyai utang dengan bunga 15% dan perusahaan membayar pajak 20%, berapa biaya modal untuk pendanaan berupa utang ?
b.  Setelah menghitung biaya modal untuk utang, total utang perusahaan adalah 7 juta dan total pendanaan dari ekuitas sebesar 10 juta mempunyai biaya modal 18%. Berapa biaya modal keseluruhan ?
Jawab :
Menghitung biaya modal

8.      Perbedaan evaluasi kinerja ekonomik dibanding evaluasi kinerja manajemen
a.       Evaluasi kinerja ekonomik :
·      Frekuensi pelaporan tidak teratur, karena dibuat pada selang waktu yang tidak tetap
·      Ditujukan untuk keperluan diagnosa, karena digunakan untuk mengetahui apakah strategi yang dipilih memuaskan atau tidak dari sebuah keputusan yang diambil
·      Dasar penilaian organisasi secara keseluruhan, disebut sebagai breakup value yaitu nilai yang akan diterima oleh pemegang saham jika suatu unit bisnis dijual/diambilalih atau mengetahui nilai keseluruhan perusahaan
·      Lebih difokuskan untuk melihat kemampuan laba yang akan datang, digunakan untuk estimasi arah perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas
·      Nilai perusahaan merupakan present value laba dimasa yang akan datang, karena nilai dari suatu unit usaha adalah nilai sekarang dari pendapatan masa depan yang dihitung berdasarkan estimasi arus kas setiap tahun.
b.      Evaluasi kinerja manajemen
·      Pelaporan dilakukan setiap periode (bulanan, kuartalan)
·      Menggunakan informasi dari data historis dan biaya yang sesungguhnya
·      Memfokuskan pada laba pada saat ini atau yang lalu
c.     Perbedaan secara umum adalah jika kinerja manajemen menilai berdasarkan individu yang bekerja dimasa lalu, bagaimana keputusan diambil untuk mempengaruhi laba di masa yang akan datang. Sedangkan kinerja ekonomik menilai suatu unit bisnis / divisi, bagaimana pengaruh laba divisi terhadap laba perusahaan secara menyeluruh sehingga mampu melihat masalah kinerja dalam perusahaan. Oleh sebab itu, karena kinerja ekonomik mampu melihat bagaimana menilai kinerja dalam suatu pengendalian, maka dalam pusat tanggung jawab tersebut disebut sebagai detektor.




2 komentar:

Populer